Frando Marton Tiran (243300020019)
UNIVERSITAS MPU TANTULAR
Dosen Pengampuh: Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom
Pengertian Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu sosial yang mempelajari setiap kehidupan masyarakat. Objek kajian dari sosiologi tidak lain adalah kehidupan manusia.
Kata sosiologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata 'socius' yang artinya masyarakat, dan 'logos' yang artinya ilmu.
Istilah dari sosiologi pertama kali dikemukakan oleh seorang filsafat dari Prancis, bernama Auguste Comte pada tahun 1839. Oleh karena itu, Auguste Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi Dunia.
Berikut adalah beberapa pengertian sosiologi yang dikemukakan oleh para ahli:
1. Max Weber.
Sosiologi adalah ilmu yang berhubungan dengan pemahaman interorientasi, mengenai tindakan sosial yang berhubungan dengan suatu penjelasan sebab akibat mengenai arah dan konsekuensinya.
2. Pitirin A. Sorokin.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara macam-macam gejala sosial.
3. Emile Durkheim.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fakta-fakta sosial, terkait cara bertindak, berpikir dan perasaan di luar individu yang mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu.
Pada awalnya, sosiologi lahir dan berkembang di Eropa. Sosiologi lahir didasari akibat adanya guncangan sosial, dari efek revolusi industri di Prancis. Efek tersebut mengakibatkan banyak terjadinya eksploitasi tenaga kerja dan urbanisasi dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Atas dasar tersebut, kemudian August Comte merancang sebuah penelitian sosial yang digunakan untuk mempelajari pola kehidupan perilaku masyarakat pada abad ke 19. Penelitian sosial tersebut dilakukan secara ilmiah, yang kemudian dikenal sebagai sosiologi.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara macam-macam gejala sosial.
3. Emile Durkheim.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fakta-fakta sosial, terkait cara bertindak, berpikir dan perasaan di luar individu yang mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu.
Sejarah Sosiologi
Atas dasar tersebut, kemudian August Comte merancang sebuah penelitian sosial yang digunakan untuk mempelajari pola kehidupan perilaku masyarakat pada abad ke 19. Penelitian sosial tersebut dilakukan secara ilmiah, yang kemudian dikenal sebagai sosiologi.
Ruang Lingkup Sosiologi
- Peran dan kedudukan sosial individu dalam keluarga, kelompok sosial, dan lingkungan masyarakat.
- Perilaku anggota masyarakat dalam melakukan interaksi sosial, yang didasari oleh nilai-nilai dan norma.
- Masyarakat dan kebudayaan daerahnya sebagai submasyarakat nasional Indonesia.
- Perubahan dan masalah-masalah sosial budaya yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari berlangsung secara terus-menerus. Hal tersebut dapat disebabkan oleh faktor faktor internal dan eksternal.
Ciri-ciri Sosiologi
a. Sosiologi Bersifat Empiris.
Sosiologi didapat dari sebuah penelitian dan observasi berdasarkan kenyataan, yang dapat diuji secara ilmiah. Artinya, sosiologi tidak bersifat spekulatif (mengira-ngira suatu kebenaran).
b. Sosiologi Bersifat Teoritis (Abstraksi).
Sosilogi adalah ilmu yang dibangun menjadi sebuah teori, kemudian disusun secara logis yang bertujuan untuk mencari sebab akibat dari suatu fenomena sosial di masyarakat.
c. Sosiologi Bersifat Kumulatif.
Sosiologi disusun berdasarkan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Sosiologi bersifat dinamis, yang berkembang dari teori yang sudah ada. Teori tersebut kemudian akan dikritisi, diperbaiki, agar bisa lebih relevan sesuai dengan adanya perkembangan zaman.
d. Sosiologi Bersifat Nonetis.
Sosiologi mempersoalkan sebuah fakta yang terjadi di masyarakat, bukan terkait tentang baik atau buruknya suatu fakta tersebut.
Nah, itu tadi merupakan penjelasan mengenai sosiologi dan hal-hal yang ada di dalamnya.
Sumber: 1) Presentasi Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom, 2024; 2) Pengantar Sosiologi, Warmiyana Zairi Absi, S.H.,M.H.2023
.jpg)

cakep materinya....
BalasHapussangat bermanfaat.