Langsung ke konten utama

Komunikasi: Definisi, Jenis, & Penggunaannya


Frando Marton Tiran  (243300020019)

UNIVERSITAS MPU TANTULAR

Dosen Pengampuh: Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom 


Komunikasi adalah salah satu aspek dalam kehidupan manusia yang tidak mungkin dilewatkan. Dalam era digital yang terus berkembang, kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi semakin penting. Komunikasi memainkan peran krusial dalam mempelajari bagaimana pesan dan informasi dikirim, diterima, dan dipahami antara individu, kelompok, dan organisasi. 

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi definisi komunikasi, komponen dan jenis-jenis komunikasi, pentingnya komunikasi dalam berbagai konteks, tantangan dalam komunikasi, etika komunikasi, serta peran komunikasi dalam era digital.

Definisi Komunikasi

Komunikasi merupakan proses pertukaran dan pemahaman informasi antara dua pihak atau lebih. Proses ini melibatkan pengirim pesan, penerima pesan, dan saluran komunikasi. Komunikasi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk verbal (dalam bentuk kata-kata) dan nonverbal (melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh).

Definisi Komunikasi menurut beberapa ahli:

a. Shannon & Weaver.

“Komunikasi adalah proses transfer informasi dari satu titik (sumber) ke titik lain (penerima) melalui saluran tertentu dengan bantuan kode atau noise.”

b. Bernard Berelson & Gary A.Steiner.

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.


Jenis-jenis Komunikasi

Pemahaman mengenai jenis-jenis komunikasi penting untuk membangun hubungan yang efektif dan harmonis. Komunikasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti berikut:

1. Komunikasi Verbal.

Komunikasi verbal melibatkan penggunaan kata-kata dan bahasa untuk menyampaikan pesan. Ini bisa terjadi secara lisan, dimana pesan disampaikan melalui percakapan langsung, atau secara tertulis, melalui surat, email, atau pesan teks. Komunikasi verbal sering kali menggunakan struktur kalimat dan tata bahasa yang terstruktur untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan dapat dipahami. Contohnya termasuk pidato, presentasi, diskusi, atau percakapan sehari-hari.

2. Komunikasi Nonverbal.

Komunikasi nonverbal melibatkan penggunaan ekspresi wajah, gerakan tubuh, bahasa tubuh, postur, intonasi suara, dan kontak mata untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal dapat memberikan informasi tambahan tentang emosi, sikap, dan maksud di balik pesan yang disampaikan secara verbal. Contoh komunikasi nonverbal meliputi ekspresi wajah, isyarat tangan, bahasa tubuh yang menunjukkan ketertarikan atau ketidaksetujuan, dan intonasi suara yang menggambarkan emosi.

3. Komunikasi Formal

Komunikasi formal terjadi dalam konteks resmi atau profesional, seperti dalam struktur organisasi atau hubungan bisnis. Komunikasi formal mengikuti aturan dan norma-norma yang telah ditetapkan. Pesan dalam komunikasi formal sering kali disampaikan melalui surat resmi, laporan, presentasi di ruang rapat, atau memo. Struktur dan bahasa yang digunakan dalam komunikasi formal lebih sering terstandarisasi dan terstruktur.


4. Komunikasi Informal

Komunikasi informal terjadi secara spontan dan tidak resmi antara individu atau kelompok. Ini adalah jenis komunikasi yang cenderung lebih santai dan tidak terikat oleh aturan atau norma tertentu. Komunikasi informal sering kali terjadi dalam percakapan sehari-hari, seperti obrolan di ruang istirahat, panggilan telepon antar teman, atau diskusi informal di luar lingkungan kerja formal. Bahasa yang digunakan dalam komunikasi informal lebih santai, kadang-kadang menggunakan bahasa gaul atau slang, dan sering kali lebih mengikuti aliran percakapan yang spontan.

Pentingnya Komunikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Komunikasi yang efektif memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks hubungan interpersonal, kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik membantu membangun hubungan yang baik, memecahkan konflik, dan memperkuat ikatan antar individu. Kemampuan untuk menyampaikan ide dan informasi dengan jelas dan dipahami oleh orang lain membantu membangun hubungan yang baik, memecahkan masalah, dan mencegah kesalahpahaman.

Komunikasi yang baik adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat dan harmonis dengan orang lain. Dalam konteks keluarga, teman, atau pasangan, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif membantu mengungkapkan perasaan, mengatasi konflik, dan membangun kepercayaan

Di dunia kerja, kemampuan komunikasi yang baik adalah keterampilan yang sangat dicari. Kemampuan untuk menyampaikan ide dengan jelas, mendengarkan dengan baik, dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan kerja, atasan, dan klien dapat meningkatkan produktivitas, membangun hubungan profesional, dan memajukan karier.

Komunikasi dalam Konteks Bisnis

Dalam dunia bisnis, komunikasi yang efektif memungkinkan tim bekerja sama dengan baik, meningkatkan produktivitas, dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan. 

Komunikasi memainkan peran yang sangat penting dalam konteks bisnis. Dalam lingkungan bisnis, komunikasi yang efektif menjadi kunci kesuksesan. Baik dalam hubungan internal maupun eksternal, komunikasi yang baik memungkinkan aliran informasi yang lancar, pengambilan keputusan yang tepat, dan kerjasama yang efisien antara individu dan tim.

Dalam lingkungan bisnis, komunikasi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pertemuan tatap muka, surat elektronik, presentasi, atau bahkan melalui media sosial. Komunikasi yang baik membantu membangun hubungan yang kuat dengan klien, pelanggan, mitra bisnis, dan rekan kerja. Pesan yang jelas, terstruktur, dan persuasif dapat mempengaruhi persepsi, membangun kepercayaan, dan menciptakan kesan profesional yang positif.

Komunikasi dalam Teknologi Informasi

Dalam era digital yang terus berkembang, komunikasi dalam konteks teknologi informasi memainkan peran yang sangat penting. Teknologi informasi telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain. Melalui media sosial, email, pesan instan, atau video konferensi, kita dapat terhubung dengan orang-orang dari seluruh dunia dengan cepat dan efisien.

Namun, tantangan juga muncul dalam komunikasi dalam teknologi informasi. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya ekspresi nonverbal dan konteks yang terkadang bisa mempengaruhi pemahaman pesan. Selain itu, keamanan dan privasi juga menjadi perhatian dalam komunikasi digital.

Etika Berkomunikasi

Etika komunikasi mengacu pada prinsip-prinsip moral dan norma-norma yang mengatur perilaku komunikasi. Dalam konteks komunikasi, penting untuk memperhatikan etika agar interaksi komunikatif tetap adil, jujur, dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat.

Salah satu aspek penting dari etika komunikasi adalah kejujuran. Jujur dalam berkomunikasi berarti menyampaikan informasi dengan jujur, menghindari penipuan, dan tidak menyembunyikan fakta yang penting. Komunikasi yang jujur menciptakan kepercayaan antara para peserta komunikasi dan membantu membangun hubungan yang sehat.

Selain itu, etika komunikasi juga mencakup penghormatan terhadap privasi dan kerahasiaan. Penting untuk menghormati hak privasi orang lain dan tidak membocorkan informasi yang bersifat pribadi atau rahasia tanpa izin. Ini mencakup menjaga kerahasiaan data dan melindungi informasi pribadi dari penyalahgunaan.

Etika komunikasi juga melibatkan penggunaan bahasa yang sopan dan menghargai. Menghindari penggunaan kata-kata kasar, merendahkan, atau menyebabkan cemoohan adalah bagian penting dari etika komunikasi. Menghormati perbedaan, mendengarkan dengan sabar, dan menghindari diskriminasi juga merupakan aspek penting dari etika komunikasi.

Sumber: 1) Presentasi Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom, 2024; 2) Pengantar Sosiologi, Warmiyana Zairi Absi, S.H.,M.H.2023



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menerapkan Prinsip Interaksi yang Tepat di Dunia Digital?

Frando Marton Tiran  (243300020019) UNIVERSITAS MPU TANTULAR Dosen Pengampuh: Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom  Indonesia sebagai negara yang terlibat dalam perkembangan dunia juga berada di dalam sistem  masyarakat  jaringan. Disebutkan bahwa ada 175,4 juta pengguna  internet  di Indonesia atau 64% dari total penduduk. Perkembangan masyarakat jaringan di dunia kemudian memunculkan istilah baru untuk menyebut orang-orang yang terlibat di dalamnya. Istilah tersebut adalah netizen yang merupakan singkatan dari Net Citizen atau warga internet. Di Indonesia, netizen dikenal juga dengan istilah warganet (singkatan dari warga internet). Masyarakat jaringan saling terhubung oleh fasilitas internet, di mana keterhubungan tersebut bersifat  digital . Interaksi digital ini kemudian melahirkan dunia digital yang serba baru sehingga banyak masyarakat yang masih belajar mengenai bagaimana cara berinteraksi dengan baik dan bijak di dalamnya....

12 Contoh Kebudayaan Indonesia yang Unik dan Dikenal Hingga Mancanegara

  Frando Marton Tiran  (243300020019) UNIVERSITAS MPU TANTULAR Dosen Pengampuh: Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom  Budaya adalah seperangkat norma, nilai, kepercayaan, adat istiadat, serta kesenian dan pengetahuan yang diwariskan dan dibagikan oleh suatu kelompok masyarakat. Ini mencakup cara hidup, bahasa, pakaian, makanan, dan ekspresi seni yang membentuk identitas dan keunikan suatu komunitas. Indonesia sebagai negara multikulturalisme memiliki keberagaman yang sangat banyak. Tak hanya suku, jumlah provinsi yang terbagi menjadi 34 juga memungkinkan negara ini menghadirkan contoh kebudayaan Indonesia. Berikut beberapa contoh dari kebudayaan: 1. Karapan Sapi Karapan sapi adalah salah satu upacara adat yang dilakukan masyarakat Madura secara turun-temurun. Upacara ini dilakukan dalam bentuk perlombaan pacuan sapi yang dilakukan pada sebuah pesta rakyat yang dilakukan secara turun-temurun. 2. Upacara Potong Jari Budaya yang satu ini berasal Suku Dan...

Pengertian, Sejarah, Ruang Lingkup, dan Ciri-ciri Sosiologi

Frando Marton Tiran  (243300020019) UNIVERSITAS MPU TANTULAR Dosen Pengampuh: Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd.,M.I.Kom  Auguste Comte Pengertian Sosiologi Sosiologi adalah ilmu sosial yang mempelajari setiap kehidupan masyarakat. Objek kajian dari sosiologi tidak lain adalah kehidupan manusia. Kata sosiologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata 'socius' yang artinya masyarakat, dan 'logos' yang artinya ilmu. Istilah dari sosiologi pertama kali dikemukakan oleh seorang filsafat dari Prancis, bernama Auguste Comte pada tahun 1839. Oleh karena itu, Auguste Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi Dunia. Berikut adalah beberapa pengertian sosiologi yang dikemukakan oleh para ahli: 1. Max Weber. Sosiologi adalah ilmu yang berhubungan dengan pemahaman interorientasi, mengenai tindakan sosial yang berhubungan dengan suatu penjelasan sebab akibat mengenai arah dan konsekuensinya. 2. Pitirin A. Sorokin. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik ant...